Weblog Bahan Ajar Online Entrepreneur STT IKSM Santosa Asih Jakarta. Bahan dalam weblog ini memuat secara rinci beberapa pengertian kewirausaan atau entrepreneur, dabeberapa pokok bahasan entrepreneur. Jelasnya ada 7 Kompetensi Dasar. Cocok dipakai untuk bahan ajar atau refrensi karya ilmiah. Anda dapat mendownload seluruh bahan kewirausahaan atau Entrepreneur dalam weblog Dr. Yonas Muanley, M.Th.
Beberapa jam lalu saya kaget mengakses blog karena dihapus. Setelah sampai di rumah kemudian saya berusaha masuk ke dasbord blog dengan email yang dipakai untuk mengakses blog. Ternyata email juga sulit karena harus melakukan ferifikasi. Setelah saya lakukan ternyata saya bisa berhasil masuk ke dasbord blog. Hal ini menyadarkan saya bahwa Google sangat memperhatikan keamanan. Saya kemudian memperbaiki beberapa kode xml dari program publisher yang secara dobel berada di salah satu blog. Hasilnya blog saya kembali di akses lagi. TERIMAKASIH GOOGLE, GMAIL.COM dan BLOGSPOT.COM.Saya kembali mengakses email yang saya pakai yaitu gmail.com dan blog yang berbasis Blogspot.com.
Kini saya masuk ke refisi postingan tentang pengertian blog. Beberapa alamat dari sumber kutipan saya sengaja menghilangkan untuk menghindari sang pemalas yang kopi paste. Selanjutnya nama penulis buku yang berada dalam kurung, informasi sumber secara lengkap ada di bahan Ajar yang saya buat.
BAB 1 Pengertian Entrepreneur.
Secara etimologi, kata entrepreneur berasal dari bahasa Prancis, dalam bahasa Inggris entrepreneurship, dalam bahasa Belanda Unternehmer sedangkan dalam bahasa Jerman ondernemen, dalam bahasa Indonesia diterjemahkan kewirausahaan. Secara etimologi, kata entrepeneur berasal dari bahasa Prancis yaitu entreprende yang berarti petualang, pengambil resiko, kontraktor, pengusaha (orang yang mengusahakan suatu pekerjaan tertentu), dan pencipta yang menjual hasil ciptaannya (Endro, 2014:29)
Definisi dalam Kamus. Menurut kamus Miriam Webster, entrepreneur adalah seorang yang mengorganisir, mengelola dan memperhitungkan resiko dari sebuah usaha bisnis (S. Supriyanto, 2014:6)
Definisi Konseptual. Definisi ini biasanya diperoleh dari riset pustaka maupun penelitian lapangan. Berikut beberapa contoh definisi konseptual dari entrepreneur:
Pertama, entrepreneur adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya (H.M.Havidz Aima, dkk, 2015:6). Menurut definisi ini semua orang adalah entrepreneur/kewirausahaan/wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam menjalankan usahanya dan pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, masyarakat, bangsa dan negaranya. Bila pengertian entrepreneur dipahami dalam definisi entrepreneur yang menekankan kemandirian maka seharusnya seseorang tidak harus bergantung pada orang lain. Namun faktanya, banyak orang yang tidak berkarya dan berkarsa untuk mencapai prestasi yang lebih baik untuk masa depannya, dan ia menjadi ketergantungan kepada orang lain (H.M.Havidz Aima, dkk, 2015:6)
Kedua, menurut Kasmir, entrepreneur adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007 : 18).
Ketiga, menurut Richard Cantillon (1775), entrepreneurship (Kewirausahaan) didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian
Keempat, entrepreneurship adalah suatu usaha yang kreatif, membangun suatu nilai dari yang belum ada menjadi ada, dan bisa dinikmati oleh orang banyak (Endro, 2014:30).
Kelima, menurut Ciputra, entrepreneur adalah seorang yang inovatif dan mampu mewujudkan cita-cita kreatifnya ke dunia nyata. Entrepreneur akan mampu mengubah padang ilalang menjadi kota baru, atau mengubah tempat pembuangan sampah menjadi resor yang indah. Entrepreneur bisa mengubah kawasan kumuh menjadi gedung pencakar langit tempat ribuan orang bekerja dan beraktivitas. Entrepreneur adalah orang yang mampu merubah kotoran dan barang rongsokan menjadi emas (Maskur Anhari, 2014:68)
Keenam, entrepreneur adalah berpikir berbeda untuk menemukan ide-ide brilian. Semua itu membutuhkan kreativitas, inovasi yang benar-benar baru. Entrepeneur adalah profesi. Artinya bahwa setelah lulus sekolah atau kuliah ada opsi-opsi yang dibuat, yaitu mencari kerja (job seeker) atau menciptakan lapangan kerja (entrepeneur). Jika seseorang memilih menjadi pekerja (employee) atau berwirausaha, ia harus bersikap profesional. Oleh karena itu, entrepeneur merupakan sebuah provesi, sebuah pilihan hidup yang harus dilakukan secara profesional (dalam arti jujur, terbuka, berkomitmen, konsisten, tepat janji, tanggung jawab, mengerti batas hak-haknya, mengerti etika profesi dan berdisiplin).
Entrepeneurship adalah naluri artinya untuk menjadi entrepeneur sukses membutuhkan naluri untuk menemukan sebuah peluang usaha yang akhirnya menjadi sebuah usaha yang sukses (Endro, 2014:30-32). Singkatnya Menurut B. Prihatin Dwi Riayanti, entrepreneur adalah orang yang mampu menciptakan kerja bagi orang lain ( B. Prihatin Dwi Riayanti,2003:25)
Merujuk pada definisi di atas, entrepreneur tidak hanya sebatas pada perusahan tetapi entrepreneur dapat dilakukan (diwujudkan) melalui berbagai profesi seperti entrepreneur dalam bidang pendidikan, kedokteran, arsitektur, pekerjaan social, distribusi dan lain-lain (Muhammad Anwar, 2014:47). Penegasan ini memperjelas pemaham tentang entrepreneur dalam satu bidang tertentu. Dengan demikian di setiap bidang kehidupan manusia dapat dikembangkan kemampuan entrepreneur.
Dalam setiap bidang kehidupan manusia baik bersifat umum maupun keagamaan, setiap orang memiliki kemampuan dalam entrepreneur. Kemampuan entrepreneur yang dimaksud adalah kemampuan kreatif dan inovatif. Kreatif yaitu kemampuan untuk berpikir yang baru dan berbeda. Dalam hal ini kreativitas dalam konteks pembahasan entrepreneur adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang asalnya tidak ada.
Pengertian kreatif juga meliputi hasil kerjasama masa kini untuk memperbaiki masa lalu dengan cara baru. Kratif diartikan pula dengan kemampuan menggantikan sesuatu dengan sesuatu yang lebih sederhana dan lebih baik.
Seorang entrepreneur memiliki kebiasaan berinisiatif akan melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah itu melahirkan inovasi. Jadi entrepreneur adalah berpikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berpikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru. Sedangkan inovatif yaitu inovatif adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan (H.M.Havidz Aima, 2015:12). Kreatif dan inovatif menjadi dasar bertindak dan daya penggerak untuk mencari peluang menuju kesuksesan. Inti dari entrepreneur adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya entrepreneur adalah sifat, cirri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif. Entrepreneur atau wirausaha adalah mereka yang bisa menciptakan kerja bagi orang lain dengan berswadaya (H.M.Havidz Aima, 2015:7).