BAB 6
Meneguhkan kemandirian
sebagai focus entrepreneurship/Keputusan Menjadi Entrepreneur Kristen
6.1. Keputusan
menjadi entrepreneur Kristen
Seorang
pemimpin jemaat mesti menyadari bahwa keputusan menjadi seorang entrepreneur
memerlukan proses berpikir yang matang. Artinya menjadi seorang entrepreneur
membutuhkan keputusan dengan mempertimbangkan indicator-indikator yang
menunjukkan bahwa seorang dapat menjadi seorang entrepreneur sebagai pilihan
hidup dalam menyelesaikan masalah-masalah kehidupan. Indikator-indikator yang
menunjukkan bahwa seseorang harus mulai
segera mengambil keputusan untuk menjadi entrepreneur (pengusaha) bila: [1]
a. selalu
menularkan ide-ide kreatif dan gagasan yang brilian untuk orang lain, teman,
atau saudara.
b. merasa
lelah bekerja dan terus bekerja sehingga sudah bosan diperintah terus tentang
apa yang saudara kerjakan: harus ini, kesana, target, dan target datang seperti
air bah.
c. Tiba-tiba
anda melihat sesuatu yang berbeda dari teman anda (dalam cara pandang). Mengapa
seperti itu ?
d. Tingkat
keingintahuan anda sangat tinggi dalam menghadapi masalah atau suatu kejadian.
e. Karier
anda berjalan di tempat atau sedikit harapan untuk berkembang dan usiapun telah
merambat naik di atas 40 tahun, tetapi posisi puncak tinggallah mimpi.
f. Anda
sudah tidak lagi memiliki sesuatu untuk dilakukan dan tantangan yang paling
berat di pekerjaan telah anda lampaui, tinggal menyelesiakan dengan baik saja
atau menjelang pension.
g. Anda bukan type pegawai yang harus berangkat
pagi dan pulang sore. Anda merasa bahwa tidak ada pengembangan bakat atau
kemampuan yang lebih berarti daripada sesuatu pekerjaan yang monoton dan
itu-itu saja (indahnya monotonisme).
h. Anda
ingin membuktikan diri bahwa ada tantangan baru di luar yang lebih menarik
dibandingkan bekerja. Itu bisa anda lakukan.
i.
Anda tidak ingin
menjadi orang yang biasa-biasa saja. Karena hidup hanya sekali saja, mengapa
anda tidak mengisinya dengan memorable?
Berbagai indicator yang dikemukakan di atas,
bila ditemukan atau terjadi dalam diri
seseorang maka ia dapat memutuskan untuk menjadi entrepreneur. Keputusan
tersebut segera diambil, jangan ditunda, mulailah menjadi entrepreneur. Bila segera merealisasikan keputusan menjadi
entrepreneur maka terciptalah peluang memberi kesempatan kerja kepada orang
lain. Dengan demikian meminimalisasi pengangguran. Itulah sebabnya keputusan
menjadi entrepreneur segera diambil dengan urgensi pengurangan pengangguran.
[1] Hendro, Dasar-dasar Kewirausahaan Panduan bagi
Mahasiswa untuk Mengenal, Memahami, dan Memasuki Dunia Bisnis (Jakarta:
Erlangga, 2014), hlm. 201
Tidak ada komentar:
Posting Komentar